Pendidikan, Budaya dan Komunikasi Sosial Dalam Alam Merdeka

1. Perkembangan Pendidikan
Setelah proklamasi, pemerintah RI menunjuk Ki Hajar Dewantara sebagai menteri pendidikan, pengajaran dan kebudayaan. Pada saat ini dibentuk panitai yang bertugas meneliti dan merumuskan masalah-masalah pengajaran. Panitia ini dibentuk berdasarkan keputusan Rapat Badan Pekerja KNIP tanggal 27 Desember 1945 atas usul pemerintah.
Panitia melakukan penyelidikan dilapangan dan sekolah itu saran-saran yang dapat dilapangan disampaikan antara lain :

Kebutuhan dan Pemenuhannya

A. Pentingnya Kebutuhan bagi Perilaku Manusia
Menurut Maslow, kebutuhan-kebutuhan itu merupakan aspek-aspek intrinsik kodrat manusia yang tidak dimatikan oleh kebudayaan, hanya saja tidak jarang ditindas oleh kebudayaan. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kebutuhan-kebutuhan itu dapat dengan mudah diabaikan atau ditekan, tidak bersifat jahat melainkan netral atau justru baik.

Hubungan Indonesia dan Vietnam

A. Sejarah Politik di Indonesia
Sistem politik itu dipelajari daripada sejarah bangsa itu mulai dari masa silam, masa sekarang maupun pada masa yang akan datang. Sistem politik Indonesia secara filsafat, secara sosiologis, secara historis, secara ideologis, secara kultural, secara hukum, secara konstitusi adalah sistem politik demokrasi. Hal ini disebabkan alasan-alasan sebagai berikut :

Mendidik Generasi Muda Dengan Pendidikan Lingkungan

Sedih hati kita melihat alam Indonesia yang begitu luas dan kaya, makin habis dan rusak. Bencana alam terjadi dimana-mana, meninggalkan sejuta tangis, derita, dan kenangan pahit bagi anak cucu kita. Lingkungan menjadi tidak bersahabat lagi. Orang begitu cemas dengan bencana alam, apalagi melihat dan mengingat bencana Tsunami di Aceh yang meninggalkan berjuta tangis dan derita berkepanjangan hingga kini. Krisis lahan di Kalimantan Selatan, akibat tambang yang membuat kota tersebut bagai kota mati. Kebakaran hutan di Kalimantan Timur, yang mempengaruhi status hutan Kaltim sebagai salah satu paru-paru dunia. Krisis banjir dimana-mana yang menyisakan derita dan tangis bagi banyak orang.

Gerakan Menentang Penjajahan Belanda dan Fasisme Jepang

1. Pemerintahan Hindia Belanda di Kalimantan Barat Perubahan sistem Pemerintahan Hindia Belanda mulai berubah sejak abad ke-20 ketika ditetapkan Decentralisatie Wet oleh Pemerintah Belanda. Dalam tahun 1922, dikeluarkan Bestuurshervomingswet (ind. Std. 1922 No. 216) yakni Undang-Undang, tentang Reorganisasi Pemerintahan. Undang-undang tersebut memungkinkan pembentukan Daerah-Daerah otonom yang lebih besar dari gewest lama dengan nama “Provincie” sedang bagian-bagian dari Provincie dapat dibentuk daerah-daerah Otonom. Di samping itu, Undang-Undang tentang Reorganisasi Pemerintahan tersebut memberikan juga ketentuan-ketentuan tentang pemerintahan sentral (dekonsentrasi). Reorganisasi dalam susunan pemerintahan dalam negeri (Binnenlands Bestuur) dengan jalan :

Asal Mula Kesultanan Sambas

1. Perjalanan Sejarah Sambas Sejak tanggal Juli 1999, kota Sambas telah kembali bangkit menjadi Ibukota Kabupaten Sambas. Sebelumnya, kota Sambas hanya menjadi ibukota Kecamatan Sambas, salah satu kecamatan dalam Kabupaten Daerah Tingkat II Sambas yang beribukota di Singkawang (sejak tahun 1957-1999). Kalau kita lihat kebelakang, sejarah Kesultanan Sambas, adalah seubah kerajaan kesultanan besar di Kalimantan maupun di Nusantara Indonesia. Kesultanan Sambas, terkenal besar sejak Sultan Sambas yang pertama, Sultan Muhammad Syafiuddin (1631 – 1668). Kerajyaan Kesultanan Sambas telah membesarkan nama negeri Sambas, sampai pada Sultan Sambas ke-15 yaitu Sultan Muhammad Mulia Ibrahim Syafiuddin (1931 – 1943). Kerajaan Sambas sirna ketika Sultan ke-15 ini wafat karena ditangkap dan dibunuh oleh tentara penduduk Jepang tahun 1943. Kekejaman fasisme Jepang meruntuhkan kejayaan Sambas. Nama dan kejayaan Sambas sesungguhnya tidak hanya dimulai dari Sultan Muhammad Syafiuddin (1631 – 1668). Sejak abad ke-13 masehi sudah ada kekuasaan raja-raja Sambas. Bemula dari kedatangan prajurit Majapahit di Paloh. Kemudian pusat kerajaan Sambas berpindah ke Kota Lama di Teluk Keramat. Dari Lama berpindah ke Kota Bangun di sungai Sambas Besar. Dari Kota Bangun pindah lagi ke Kota Bandir dan kemudian pindah lagi ke Lubuk Madung. Konon menurut cerita, rombongan Raden Sulaiman pernah singgah di Tebas. Mereka sempat menebas daerah itu tetapi kemudian ditinggalkan. Dinamakanlah daerah itu Tebas.

Masyarakat Tradisional, Masyarakat Transisi, Masyarakat Modern, masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

A. Masyarakat Tradisional
1. Pengertian Masyarakat Tradisional
Apakah yang dimaksud dengan masyarakat tradisional ? Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat istiadat lama. Adat istiadat adalah suatu aturan yang sudah mantap dan mencakup segala konsepsi sistem budaya yang mengatur tindakan atau perbuatan manusia dalam kehidupan sosialnya. Jadi, masyarakat tradisional di dalam melangsungkan kehidupannya berdasarkan pada cara-cara atau kebiasaan-kebiasaan lama yang masih diwarisi dari nenek moyangnya. Kehidupan mereka belum terlalu dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang berasal dari luar lingkungan sosialnya. Kebudayaan masyarakat tradisional merupakan hasil adaptasi terhadap lingkungan alam dan sosial sekitarnya tanpa menerima pengaruh luar. Jadi, kebudayaan masyarakat tradisional tidak mengalami perubahan mendasar. Karena peranan adat-istiadat sangat kuat menguasai kehidupan mereka.
 

© 2009 Fresh Template. Powered by Blogger.

Template by Ifzanul.