Pengajaran Remedial dan Pengayaan

Di dalam proses layanan bimbingan belajar, setelah guru menemukan siswa yang mengalami kesulitan belajar maupun sekelompok siswa yang mengalaminya, langkah selanjutnya adalah melakukan tindak lanjut. Siapa yang melakukan tindak lanjut tersebut tergantung kepada berat ringannya kesulitan yang dihadapi. Mungkin cukup dilakukan oleh guru, oleh siswa, kalau masalahnya lebih berat memerlukan bantuan psikolog, dokter dll. Dengan demikian penangannya dilakukan dengan pengajaran remedial (remedial teaching), bimbingan dan konseling maupun psikoterapi atau pendekatan lainnya. Untuk remedial teaching seharusnya dapat dilakukan oleh guru bidang studi sendiri, karena tugas ini merupakan tugas bagi guru bidang studi.

A. Pengertian Pengajaran Remedial
Dilihat dari arti katanya, remedial berarti mengobati atau menyembuhkan atau membuat menjadi lebih baik. Sehingga pengajaran remedial merupakan suatu bentuk pengajaran yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan, pengajaran yang membuat agar hasil yang dicapai lebih baik dari pengajaran yang diberikan sebelumnya. Secara garis besarnya pengajaran ini merupakan pengajaran mengulang dari pengajaran yang telah diberikan sebelumnya terutama terhadap materi yang dianggap belum dikuasai oleh siswa. Sebab hasil yang telah dicapai belum memuaskan. Yang dapat diperbaiki adalah semua bidang studi yang dianggap kurang baik hasilnya. Oleh sebab itu pengajaran ini dapat dilakukan untuk bidang studi bahasa Inggris, misalnya matematika, Ilmu Kimia, Biologi, Fisika, dan lain lain. Sehingga timbul pengajaran remedial Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, dan sebagainya.
Dalam menyembuhkan kesulitan belajar siswa, secara tidak langsung juga akan membantu kesulitan atau masalah yang dihadapi oleh siswa yaitu masalah pribadinya. Sehingga pengajaran remedial juga bersifat terapeu. Artinya memberikan terapi masalah pribadi yang dialami oleh siswa. Sebab suatu kesulitan belajar tidak akan terlepas dari masalah pribadi.

Untuk jelasnya prinsip – prinsip pengajaran remidi adalah :
1. Pengajaran remidi diberikan setelah kesulitan belajar diketahui. Dengan demikian merupakan pelayanan khusus bagi mereka yang memerlukannya.
2. Tujuan yang akan dicapai sesuai dengan tujuan instruksional yang akan dicapai sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Perbedaannya terletak pada kesulitan yang dihadapi siswa.
3. Metode yang dipakai pada pengajaran remidi bersifat differensial. Disesuaikan dengan sifat, jenis dan latar belakang kesulitannya. Dengan demikian satu sama lain berbeda sesuai dengan individu yang dibantu.
4. Pelaksanaannya memerlukan kerja sama dengan pihak lain; yaitu pembimbing, guru bidang studi lain, bahkan kalau perlu dengan psikologi.
5. Memerlukan peralatan dan penunjang lebih banyak. Sebab untuk membantu mereka diperlukan tambahan alat belajar. Misalnya buku teks lain, mungkin peta,kalkulator, peralatan lab. Bahasa dll.
6. Alat evaluasi yang diperlukan sesuai dengan keadaan siswa yang diberikan bantuan, jadi mungkin sekali berbeda dengan siswa lain yang normal. Bahkan seringnya mengadakan evaluasi lebih tinggi.

B. Tujuan Pengajaran Remidi
Pada dasarnya tujuan yang ingin dicapai dalam pengajaran remidi tidak berbeda dengan tujuan instruksional umum. Tetapi karena sasarannya adalah siswa yang mempunyai kesulitan, maka diharapkan melalui proses penyembuhan, perbaikan maupun pelajaran tambahan, tujuannya :
1. Memahami akan kekurangan dirinya, kelemahannya maupun kesulitannya dan bersedia untuk menerima “uluran” pelajaran remidi dari guru. Kegagalan pengajaran remidi bilamana siswa merasa bahwa dirinya merasa malu untuk menghadapi kenyataan tersebut.
2. Mempunyai sikap terbuka untuk dapat merubah dirinya dalam belajar, bersikap dalam menekuni pelajaran tersebut. Hal ini perlu untuk prestasi yang lebih baik.
3. Para siswa dapat memilih materi dan fasilitas belajar yang sesuai dengan yang diperlukan. Misalnya buku teks tambahan. Alat belajar dan sebagainya.
4. Siswa dapat mengatasi hambatan belajar yang dialaminya, sesuai dengan latar belakang kesulitan belajar yang dihadapi. Sebab setiap siswa mempunyai sebab-sebab kesulitan yang berbeda.
5. Sesudah terbiasa mengatasi kesulitan, akan menimbulkan sikap baru dalam belajar yang dianggap ada pengaruhnya terhadap prestasi, misalnya sekarang membiasakan diri belajar pada waktu dini hari, dimana sebelumnya tak pernah dilakukan.
6. Dengan adanya perubahan sikap dan prestasinya maka siswa dengan mudah dapat menyelesaikan dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diterimanya.
7. Sesudah tercapai hasil yang lebih baik, akan menimbulkan kepuasan diri sehingga dapat mempertebal harga diri dan menambahkan motivasi baru.

C. Fungsi Pengajaran Remidi
Sesudai dengan pengertiannya maka pengajaran remidi mempunyai fungsi yang amat penting dalam proses belajar secara keseluruhan. Sebab dapat menjangkau masalah yang bersifat individual. Hal ini biasnaya terlupakan dalam proses belajar secara klasikal.
Fungsi pengajaran remidi adalah :
1. Fungsi Korektif
Korektif berarti membetulkan atau perbaikan terhadap sesuatu yang tidak wajar, yaitu masih rendahnya prestasi yang dicapai siswa. Sasaran korektif baik untuk siswa maupun untuk guru. Perbaikan yang dimaksud meliputi antara lain cara belajar, penggunaan metode mengajar, materi, media yang dipergunakan guru, cara penilaian, dan sebagainya.
2. Fungsi Pemahaman
Baik guru maupun siswa akan memahami tentang langkah yang telah dilakukan perlu diperbaiki dan menyadari akan kekurangannya, sehingga baik guru maupun siswa harus membuka diri untuk melihat kenyataan tersebut. Selanjutnya berusaha untuk merubahnya sehingga akan memperoleh hasil yang lebih baik. Tidak setiap orang mengakui kekurangan dan kelemahan yang dimiliki. Guru juga akan lebih mengenal dan memahami siswa tersebut secara lebih baik, hubungan guru-siswa akan menjadi lebih erat.
3. Fungsi penyesuaian
Dengan pengajaran remidi siswa dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sekitarnya, terutama yang berhubungan langsung dengan proses belajar mereka. Mereka dituntut untuk menyesuaikan tuntutan kurikulum, cara mengajar guru, lingkungan teman belajar maupun fasilitas belajar yang tersedia dengan kondisi seperti itu diharapkan dapat mencapai hasil belajar yang lebih baik. Bagi mereka yang terpaksa harus meninggalkan lingkungan orang tuanya untuk belajar di kota hal tersebut merupakan hambatan yang benar.
4. Fungsi Pengayaan
Fungsi pengayaan dimaksudkan bahwa pengajaran remedial dapat memperkaya proses belajar mengajar. Karena materi yang tidak disampaikan dalam pengajaran yang biasa (reguler) akan ditambahkan melalui remidi. Selain itu juga dalam bidang metode guru akan menggunakan metode lain bahkan buku maupun alat pelajaran lain sehingga akan memperjelas konsep yang diberikan.d engan cara tersebut maka hasil yang akan dicapai lebih banyak dari yang diberikan secara reguler. Pelajaran yang diperoleh akan lebih banyak. Dengan demikian akan memperkaya pengalaman.
5. Fungsi Akselerasi
Dengan pengajaran remidi, siswa yang lambat belajar akan dipercepat proses belajarnya. Dengan demikian siswa tersebut memperoleh manfaat dengan percepatan waktu yang dipergunakan dalam belajar. Kalau tidak maka dia akan tertinggal, bahkan mungkin akan tinggal kelas.
6. Fungsi Terapeutik
Baik secara langsung atau tidak langsung pengajaran remidi dapat menyembuhkan atau mengobati kondisi-kondisi kepribadian siswa yang sedikit banyaknya dapat mengalami penyimpangan-penyimpangan (abnormalitas). Perbaikan terhadap kondisi yang demikian akan dapat mempertinggi prestasi belajar. Bahkan dapat mengembalikan kepada kepercayaan pada diri sendiri. Jika tidak akan membohongi diri sendiri dengan menyontak atau bertanya kepada teman duduknya pada waktu mengerjakan ulangan atau tugas pekerjaan rumah misalnya, sikap tersebut merupakan sikap positif terhadap pembentukan pribadinya. Dengan demikian fungsi terapi dapat dicapai.

D. Strategi dan Pendekatan Pengajaran Remidi
Pada garis besarnya ada 2 macam pendekatan yang dapat ditempuh (Ross & Stanley), yaitu pendekatan kuratif dan preventif. Sedangkan Dinkmeyer & Caldwell menambahkan stu lagi yaitu yang bersifat pengembangan.

1. Strategi Pendekatan yang Bersifat Kuratif
Tindakan pengajaran dikatakan bersifat kuratif bilamana diberikan setelah selesainya program PBM. Utama diselenggarakan. Tindakan tersebut dilakukan setelah melihat kenyataan bahwa adan seseorang atau sebagian siswa bahkan sebagian besar siswa yang dipandang tidak mampu untuk menyelesaikan program PBM yang bersangkutan secara sempurna sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Program tersebut dapat dilihat setiap kali pertemanan, setiap satuan unit pelajaran, atau satuan waktu (mingguan, bulanan bahkan triwulan atau semesteran). Dengan ciri-ciri yang telah dikemukakan di depan, yaitu antara lain prestasi di bawah rata-rata kelas, bahkan siswa yang mempunyai prestasi tinggi di atas rata-rata juga perlu mendapatkan perhatian dengan memberikan tambahan pelajaran ekstra. Sebab selain untuk meningkatkan prestasi secara optimal, juga untuk menyalurkan kepada kesibukan. Karena siswa ini lebih cepat menyelesaikan tugas dibandingkan dari temannya. Selama menanti teman-teman lain yang sedang bekerja atau menyelesaikan tugas berikan tambahan, kalau tidak dia mungkin sekali akan mengganggu teman yang bekerja, atau berkeliaran. Yang jelas prestasi atau kemampuan yang dimiliki lebih tersebut akan ditingkatkan secara maksimal. Justru di kelas-kelas anak yang demikian kurang mendapatkan perhatian guru kelas / bidang studi.

Untuk dapat mencapai sasaran tersebut beberapa tehnik yang dipergunakan dengan pendekatan : pengulangan (repotition), pengayaan (enrichment), dan pengukuhan (Re inforcement) serta pencepatan (acceleration).
Pelaksanaannya
a. Pengulangan (Repetition)
Pelaksanaannya dapat dilakukan pada tiap akhir jam pelajaran, tiap akhir unit (satuan) pelajaran tertentu, maupuan setiap akhir pokok bahasan. Sasaran dapat diberikan kepada perorangan (individual maupun kelompok, tergantung kepada kebutuhan.
Sedangkan waktu penyampaiannya dapat diberikan sesudah pelajaran selesai maupun di luar jam pelajaran. Misalnya pada sore hari. Sering kita lihat ada sementara guru yang memberikan pelajaran tambahan/ulangan pada waktu sore hari pada murid tertentu.
Cara lain yang dapat diberikan melalui “kelas remedial” yaitu khusus bagis siwa yang memerlukan bantuan tersendiri lantaran rendah prestasi. Siswa lainnya melaukan proses belajar secara biasa.
b. Pengayaan dan Pengukuhan (Enrichment dan Reinforcement)
Sasarannya ditujukan kepada siswa yang mempunyai kelemahan ringan atau bahkan siswa yang mempunyai kemampuan tingi.
Materi yang diberikan yaitu yang masih ada kaitannya (ekuivalen). Dengan materi pokok atau dapat juga merupakan tambahan (suplementer) sehingga akan memperoleh cakrawala yang lebih luas dari materi tersebut. Dengan demikian bagi siwa yang berkemampuan lebih mempunyai kesibukan yang bersifat positif. Baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya, sedang kemampuannya dapat ditingkatkan secara optimal.
Pelaksanaannya dapat dengan memberikan tugas-tugas (take home) bakat siswa yang lemah dengan dikerjakan di rumah atau tambahan pada saat temannya yang lain sedang mengikuti pelajaran utama, mereka yang berkemampuan lebih mendapat tugas tambahan. Setelah selesai tugas tersebut sebaiknya diperiksa oleh guru.
c. Percepatan (acceeleration, akselerasi)
Cara lain yang dapat diberikan kepada siswa berbakat tetapi menunjukkan kesulitan emosional dapat dengan memberikan promosi penuh atau maju berkelanjutan (continues progres). Pelaksanaannya dapat diberikan pelajaran untuk tingkat yang lebih tinggi / semester di atasnya. Dahulu pernah kita dengan ada siswa yang naik kelas sebelum waktu setahun, sedangkan siswa lain naiknya setiap akhir tahun. Begitupun pada perguruan Tinggi yang telah menerapkan SKS murni dapat memberi kesempatan pada siswa untuk mengambil kredit lebih banyak sehingga mungkin dapat menyelesaikan program lebih cepat. Sayangnya sistim di sekolah lanjutan hal tersebut masih jarang.

kalau ketiga cara pendekatan tersebut dapat dipergunakan secara baik. Oleh guru, maka kesulitan yang dihadapi para siswa secara kuratif dapat diatasi hasil karya tambahan tersebut perlu dibukukan dalam kemajuan akademik siswa sehingga dapat merupakan bahan masukan untuk menentukan prestasi akademiknya. Hal ini akan merupakan tambahan motivasi bagi siswa tersebut.

2. Strategi Pendekatan Bersifat Preventif
Pada pendekatan kuratif ditujukan pada siswa yang secara nyata telah mempunyai kesulitan tertentu, sedangkan pada pendekatan preventif ditujukan kepada siswa yang diperkirakan mempunyai kesulitan berdasarkan informasi yang diperoleh. Sehingga langkah ini merupakan antisipasi atau pencegahan agar apa yang mungkin terjadi dapat dicegah. Sehingga pendekatan tersebut disebut juga sebagai pencegahan. Siswa yang digolongkan dalam usaha tersebut adalah mereka yang diperkirakan dapat menyelesaikan program belajar lebih cepat dari waktu yang direncanakan, atau mereka yang diperkirakan akan lebih lambat dari waktu yang telah diprogramkan. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara kelompok maupun secara individual tergantung pada siswanya.

3. Strategi Pendekatan Pengajaran Remidi bersifat Pengembangan (Developmental)
Seperti yang dikemukakan oleh dinkmeyer dan Caldwell ada satu pendekatan lainnya yaitu pengembangan. (Developmental). Pada dasarnya pendekatan kuratif diberikan sesudah berlangsungnya proses belajar pendekatan preventif dilakukan sebagai tindak lanjut dari perkiraan sebelum terjadinya kesulitan belajar, maka pada pengembangan merupakan tindak lanjut yang dilakukan selama proses belajar berlangsung (during teaching diagnostik). Tujuan utamanya adalah agar siswa dapat segera mengatasi hambatan atau kesulitan yang mungkin akan dialaminya. Pelaksanaannya dapat diberikan berupa pemberial self instructional audio, modul, tutorial dan sebagainya.

E. Metode Pengajaran Remidi
Dalam memberikan pengajaran remidi adalah sebagai berikut : 1. Pemberian tugas, 2. Diskusi, 3. Tanya Jawab, 4. Kerja Kelompok, 5. Tutor Sebaya, dan 6. Pengajaran Individual.
Keterangan.
1. Metoda pemberian Tugas.
Dalam pemberian tugas dapat diberikan kepada kelompok ataupun individual. Tugas yang diberikan sesuai dengan jenis, sifat dan latar belakang kesulitan yang dihadapi. Metoda ini dapat pula diberikan untuk mengetahui kasus yang sedang dicari.
Keuntungan dari metoda ini adalah :
a. Siswa dapat memahami dirinya, bai kelebihan atau kelemahannya.
b. Untuk memperdalam atau memperluas materi pelajaran.
c. Memperbaiki cara – cara belajar yang kurang efisien.
d. Mempercepat kemajuan belajarnya baik pada kelompok maupun individual.
2. Metode Diskusi
Dengan diskusi akan terjadi interaksi antar individu untuk memecahkan suatu masalah. Sehingga setiap individu akan dapat memberikan buah pikirannya untuk memecahkan masalah yang dilontarkan oleh guru. Dalam pengajaran remidi dapat dipergunakan untuk memecahkan kesulitan yang sama dalam suatu kelompok, untuk mencari pemecahannya.
 

© 2009 Fresh Template. Powered by Blogger.

Template by Ifzanul.